Sabtu, 12 Juni 2010

Sebuah surat dari sahabat

Adalah isi sepucuk surat dari sahabat lama… seorang sahabat yang hampir saya tinggalkan.

“Sahabatku

Aku ingat…

kau pernah bilang aku adalah sahabatmu yang paling istimewa

namun engkau sering memandangku hanya dengan sebelah mata

namun tahu kah engkau… banyak hal yang belum engkau ketahui dariku….

Aku memiliki rahasia dari banyak hal

Aku sendiri adalah rahasia dari banyak hal

Aku adalah rahasia dari kecantikan seorang wanita

Aku juga adalah syarat kenapa seorang pria disebut tampan

Jika engkau suka padaku maka engkau bisa punya banyak sahabat

Saat aku pergi darimu orang-orang pun enggan bicara padamu

Ingatlah selalu… saat bercermin tanpaku kecantikan wanita akan sirna ketampanan pria akan pudar.

Bermimpilah bersamaku maka saat engkau bangun tubuhmu akan terasa lebih ringan

Lalui harimu bersamaku maka harimu akan cerah selalu

Saat memulai harimu ingatlah aku

Saat engkau mandi ingatlah padaku

Saat mulai mencicipi makanan ingatlah aku

Saat bekerja ingatlah aku

Saat tidur… tidurlah bersamaku

Bahkan saat sakit ingatlah kepadaku

Lalui doamu bersamaku

Maka aku akan selalu bersamamu

Menemani hari harimu, membuat hari burukmu menjadi lebih indah

Membuat hidupmu lebih bahagia

Dan.. membuat hidupmu lebih lama… untuk berbuat sesuatu yang lebih indah…

Sahabat karibmu

* Bali Island * Gede Prama * health: kesehatan * Heart Sound * indonesia * Iseng * Love : Cinta Kasih * movies * Musik / Music * Remaja * Sex Without Porn * Soekarno * Sungai : River * Swami Wiwekananda * Tips Internet * yoghurt * RSS Tulang Rusuk yang Hilang… sebuah Cerita Cinta yang Mengharukan…..

Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya.

cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang

…..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”